Rancangan pengembangan kelembagaan dibidang pendidikan yang berorientasi teknologi dan informasi pendidikan :
1. SIM Pendidikan
Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pendidikan adalah aplikasi sistem administrasi di sekolah, seperti absensi elektronik untuk guru, karyawan tata usaha, dan siswa dengan konsep komputerisasi yang bermuara pada database server. Sehingga output yang dihasilkan dapat berupa format daftar hadir, baik harian, bulanan, bahkan tahunan. Database server adalah komputer utama yang bertindak sebagai server dalam Local Area Network (LAN) untuk melayani segala aktifitas dalam bentuk data digital terhadap seluruh komputer yang ada dalam jaringan tersebut untuk kebutuhan informasi dan komunikasi yang berhubungan dengan aktifitas pendidikan.
Selain absensi elektronik yang dapat menginformasikan kehadiran, SIM dapat memberikan informasi profil sekolah, data dan riwayat siswa, identitas personal, informasi jadwal PBM, daftar nilai, modul, materi pelajaran, e-book, forum dan diskusi elektronik, keuangan, bahkan informasi PSB.
Selain untuk kebutuhan internal sekolah, SIM juga bisa dimanfaatkan untuk informasi publik yang dapat diakses melalui media internet.
Secara keseluruhan, manfaat SIM dapat dijadikan dasar dalam pembuatan RABS, pengembangan pendidikan, sarana belajar, dan lain-lain.
2. Sistem Pembelajaran Interaktif
Sistem pembelajaran interaktif adalah sistem pembelajaran yang berwawasan teknologi informasi dimana kegiatan klasikal metoda guru mengajar dan berbicara didepan siswa (ceramah), menulis di papan tulis, memberikan PR di buku catatan, akan dikembangkan dalam bentuk digital multimedia. Pembelajaran jenis ini lebih praktis dan cenderung menghilangkan kejenuhan bagi siswa dalam penyerapan materi, walaupun membutuhkan sarana dan prasarana yang lebih komplek dan terbilang mahal, karena membutuhkan perangkat komputer, DVD Player, LCD Projector, dan lain-lain.
Sitem pembelajaran elektronik berbasis multimedia akan mudah dipahami oleh siswa karena dalam bentuk grafik, video, juga metode praktikal lainnya. Penugasan yang diberikan akan direkomendasikan melalui database server dan interaktif yang diterapkan berbasis mail elektronik (email).
3. Internet HotSpot Area
Akses internet mobile (bergerak) dapat disajikan pada lingkup pendidikan, misalnya di sekolah. Area sekolah yang sudah memenuhi kriteria cakupan akses jaringan dan internet (coverage area) dapat memberikan kesan tersendiri bahwa guru dan siswa bisa memanfaatkan akses jaringan secara bebas dilingkungannya dengan menggunakan komputer jinjing (laptop) ataupun telepon seluler yang memiliki fitur wireless fidelity (wi-fi). Sehingga siswa pun dapat, belajar, mengerjakan tugas, dan memanfaatkan informasi yang ada disekolahnya, sekalipun mereka sedang istirahat, duduk-duduk di taman, di kantin, dimushalla, bahkan dikamar mandi. Jadi memberi kesimpulan dengan jaringan hotspot, siswa dapat memanfaatkan kebutuhan pembelajarannya diluar kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar